GRIYAZA FEST ARCHERY TOURNAMENT 2019
GRIYAZA FEST ARCHERY TOURNAMENT 2019

GRIYAZA FEST ARCHERY TOURNAMENT 2019

PANAH PRESTASI MENEMBUS RINTANGAN

By: 1212-K, Mutiara, dan Mustika

Penasaran dengan olahraga panahan? Nggak perlu jauh-jauh nyari infonya, karena di SMPI Az Zamir ternyata kita juga punya teman yang telah berprestasi di bidang ini. Nggak tanggung-tanggung, dalam keadaan sakit pun dia masih bisa meraih juara 2 di Griyaza Fest 2019 yang diadakan oleh Griya Archery Club, bekerja sama dengan Sekolah Islam Az Zamir! Yuk kenali sosoknya!

Namanya Nayla Meisyah Azzahra (13)atauakrabdisapa Nayla. Saat ini dia duduk di kelas 8 SMP Islam AzZamir. Anak pertama dari 3 bersaudara ini telah aktif berlatih panahan sejak setahun yang lalu, ketika kelas 7. Nayla merasa bahwa ekskul panahan ini sangat menarik dan membuat penasaran. Meski mengalami berbagai kendala seperti teknik memegang alat yang salah, tangan gemetar karena tali busur yang sulit ditarik, ia juga merasa sulit untuk fokus.Ttapi, Nayla tidak menyerah, ia terus mengikuti latihan memanah yang dimentori oleh Bu Eka Yuliani Nurhayati, yang kerap disapa Bu Eka.  Seperti perumpamaan “usaha tidak akan  mengkhianati hasil”, maka segala usaha yang dilakukan Nayla dalam menghadapi rintangan membuat ia dapat meraih juara.

Turnamen panahan tingkat SMP pada acara Griyaza Fest 2019 yang diikuti oleh klub panahan se-Jabodetabek merupakan pengalaman bertanding Nayla yang ke-2. Pertandingan pertama, Nayla melawan 90-an orang peserta, berakhir di posisi ke 26. Namun dalam hidup tidak ada yang namanya kalah, yang ada hanyalah menang atau belajar. Jadi kali ini Nayla mencoba lagi, dan berhasil meraih posisi ke-2 melawan peserta yang berjumlah 40-an orang.

Lho, jumlah pesertanya lebih sedikit, berarti persaingannya tidak ketat, bisa lebih gampang menang, dong?

Eits, jangan salah! Justru kemenangan Nayla di pertandingan ini merupakan wujud “Kemenangan Mental”, lho! Karena justru di pertandingan ini Nayla berhadapan dengan hal-hal yang membuat mentalnya diuji.

Bertanding di sekolah sendiri, mungkin kesannya aman dan nyaman karena sudah mengenal medan. Tapi justru bebannya lebih besar. Bertanding di sekolah sendiri tapi lawan-lawannya dari berbagai klub panahan se-Jabodetabek lho! Kalau pemenang-pemenangnya luar, kesannya gimana, gitu! Mana persiapannya juga sempit, hanya latihan selama dua minggu, full 4 hari.

Dan tragisnya lagi, kurang dari seminggu sebelum hari H, Nayla malah jatuh sakit! “Badan panas, demam, sakit tenggorokan, flu, dan batuk juga,” kenangnya sambil tersenyum. Dan ini berlanjut sampai di hari pertandingan. Mana panas sekali hari itu, tambah lemah dan pucat saja Nayla. Lebih pucat lagi, ternyata yang jadi juara satu di pertandingan pertama Nayla juga ikut bertanding di sini!

Nayla sempat pasrah, “Tidak akan menang, nih.” Apalagi, pertandingannya ada 6 rambahan, di mana satu rambahan harus melepas 6 anak panah. Jadi totalnya ada 36 anak panah yang dilepas Nayla. Wow, terbayang nggak sih? Lagi sakit, panas-panasanberhadapan dengan klub-klub se-Jabodetabek, salah satu pesertanya adalah juara satu di pertandingan sebelumnya, dan posisi adalah sebagai tuan rumah.

Alhamdulillah, gadis manis ini memiliki mental yang besar di dalam tubuhnya yang mungil. Kondisi Nayla tidak membuatnya mundur, meski juga tidak berharap menang. Dengan dukungan teman-teman satu angkatan, pada babak penyisihan Nayla melesat ke posisi pertama. Dan performanya yang baik berlanjut terus sampai ke final, dengan hanya berjarak satu angka dari juara satunya. “Jadi, juara 1-2-3 cuma selesih satu-satu angka. Nilai saya 27, nilai juara satunya 28, juara tiganya 26.” Wuih, tipis banget!

Tapi apa pun hasilnya, kita tetap bangga pada Nayla. Karena untuk tingkat SMP, sebenarnya bisa dibilang Nayla adalah juara satunya. Kenapa? Karena… juara satu Griyazafest Archery Tournament 2019 Tingkat SMP diraih oleh M. Zaaky  Mundhirul Ummah dari SD DAQU Shigor Putra.

SD?

Iya, SD. Sekolah Dasar.

Wuaaah, anak SD ikut di dua kategori, kalah di kategori SD tapi malah menang di kategori SMP! Dan badannya jauh lebih mungil dari Nayla.

Hm, ini betul-betul membuktikan, usia dan bentuk badan tidak berpengaruh. Asal rajin mengasah kemampuan dan punya mental yang kuat, segala rintangan bisa diatasi dan menjadi juara bukanlah hal mustahil. Setidaknya Nayla juga bermental juara, tidak down dikalahkan oleh anak SD.

Ke depannya, Nayla ingin lebih fokus ke panahan, kalau bisa mendalami lebih serius. Apalagi di Gryaza Fest kemarin, ada perwakilan dari Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) yang sedang mencari bibit, lho! “Kalau bisa jadi atlet sungguhan, kenapa tidak?” katanya.

Semangat Nayla! Semoga kamu bisa menadi inspirasi bagi teman-teman kita semua di SMP Islam Az Zamir. Aamiin, YRA.

This Post Has One Comment

  1. Faris

    Hallo

Leave a Reply